• slide nav 1

    Emas Batangan

    LM Gold Cast Bars
  • slide nav 2

    GOLD

    Minted Bars
  • slide nav 3

    DINAR - DIRHAM

    Kembali Kepada Syariah
  • slide nav 4

    PELUANG

    PROTEKSI DAN INVESTASI
  • slide nav 5

    SERBA-SERBI

    DINAR - DIRHAM DAN LM
  • slide nav 6

    Dinar - Dirham

    Dimasa Sekarang

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1435 H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Testimoni :

(Penulis Best Seller)

untuk pembelian emas LM, dirham, dinar follow insya Allah amanah. Baca utk visi finansial pribadi & kel muslim.


(Penulis Best Seller)

Rekomendasi Beli LM di

cepat simple dan amanah :)

Terbaru dari blog

0 Agar Kita Tidak ‘Makan’ Emas Kita…

Agar Kita Tidak ‘Makan’ Emas Kita…


Source: World Gold Council 2013
Bila saja ekonomi dunia bisa disederhanakan dan dilihat dari sudut pandang penguasaan emas, maka dengan mudah kita bisa melihat ketimpangan ekonomi dunia saat ini. Amerika Serikat yang penduduknya hanya 4.5 % dari penduduk dunia, menguasai 28 % cadangan emas dunia. Masyarakat Eropa dengan 4.8 % penduduk dunia, menguasai 49 % cadangan emas dunia. Sementara itu gabungan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dengan 23 % penduduk dunia, hanya menguasai 7 % dari cadangan emas dunia.


Cadangan emas yang saya maksud disini adalah cadangan emas yang dikuasai oleh bank sentral masing-masing negara. Sumber datanya adalah dari World Gold Council  per Desember 2013.

Nampaknya penguasaan cadangan emas ini juga berkorelasi dengan tingkat pendapatan penduduknya. Amerika memiliki GDP per capita hampir US$ 50,000,-, Eropa di kisaran angka US$ 33,500,- sementara rata-rata penduduk negeri-negeri OKI hanya berpenghasilan sekitar US$ 3,850,- per capita.

Apa penyebab ketimpangan ini ? ini seperti ayam dan telur. Ada ayam dahulu kemudian ada telur atau sebaliknya ada telur dahulu baru kemudian lahir ayam. Jawabannya jelas, keduanya memungkinkan. Ada ayam dahulu kemudian bertelur atau ada telur dahulu kemudian lahir ayam.

Demikian pula dengan emas dan penguasaan ekonomi. Bisa karena kemakmurannya maka negeri-negeri kaya menguasai emas, tetapi bisa juga sebaliknya karena tidak mengusai (menggunakan) emasnya dengan baik – maka negeri-negeri mudah termiskinkan.

Negeri-negeri dengan cadangan emas rendah  menjadi lebih labil ekonominya dan rentan terhadap devaluasi mata uangnya. India dan Indonesia yang mata uangnya terkoreksi significant sepanjang 2013 lalu misalnya, keduanya memiliki cadangan emas yang rendah. India cadangan emasnya 7 %, mata uangnya tahun lalu terkoreksi 14 %. Indonesia cadangan emasnya 3.5 %, terkoreksi sampai 26 % !

Data-data ini bisa jadi tidak hubungannya,  tetapi bisa juga erat kaitannya dengan penguasaan hasil-hasil sumber daya alam di negara-negara yang bersangkutan. Indonesia misalnya ironi sekali kita hanya memiliki cadangan emas 3.5 % dari cadangan total kita, padahal negeri ini adalah produsen emas ke 7 dunia dengan produksi sekitar 182.4 ton per tahun.Lha kok cadangan emas kita di bank sentral hanya 78.1 ton setelah 68 tahun merdeka ? ke mana produksi emas kita setiap tahunnya ?

Ketika kekayaan kita good money ( emas, hasil tambang ) ditukar denganbad money (US$ dan uang kertas lainnya) secara terus menerus sejak negeri ini merdeka hingga kini, inilah yang kemudian mengindikasikan proses pemiskinan yang terjadi di negeri ini. Sama dengan sebuah rumah tangga, dia bisa tampil glamour dan makan terus menerus – tetapi dengan menjual aset riilnya setiap saat, bisa ditebak akhirnya akan seperti apa.

Maka menjadi tantangan para (calon) pemimpin negeri ini – yang tahun ini pada berlomba  rumongso iso (merasa bisa) – memakmurkan negeri ini, bagaimana memakmurkan penduduk negeri ini dengan cara yang riil, bukan sekedar angka dan bukan dengan cara menguras sumber daya alam. Bagaimana penduduk negeri ini bisa makmur yang sesungguhnya tanpa harus menjual aset-aset kita berupa hasil tambang, hutan dan sejenisnya.

Salah satu indikatornya ya kembali ke cadangan emas di atas. Bila hutan di tebang kita sulit untuk tahu berapa banyak hutan kita berkurang, bila minyak dan gas dikuras – kita juga tidak mudah untuk tahu berapa banyak yang masih tersisa. Tetapi bila orang-orang diluar sana – yang terwakili oleh World Gold Council (WGC) saja tahu bahwa setiap tahun kita memproduksi 182.4 ton emas, lha kok cadangan emas di dalam negeri setelah 68 tahun merdeka hanya kurang dari ½ produksi emas setahun – maka jelaslah ini mengindikasikan bahwa kita ‘makan’ emas itu – i.e. kita tukar dengan bad money kemudian untuk membiaya impor bahan makanan kita, gandum, daging, susu sampai juga minyak.

Lantas bagaimana solusinya agar kita bisa makmur tanpa ‘makan’ emas, minyak , gas dlsb yang bersifat non-renewable resources ? Jawabannya ya kita harus menanam makanan kita sendiri – kita harus makan dari sumber yang renewable. Petunjuknya-pun jelas, bahwa negeri yang baik –baldatun thoyyibah – itu adalah negeri kebun, yang penduduknya makan dari hasil kebun tersebut. Bukan negeri tambang – yang penduduknya makan dengan menguras isi perut bumi, bukan pula negeri hutan yang penduduknya makan dengan menebang hutan sampai gundul. Wa Allahu A’lam.
Read more

0 Apa yang Terjadi Pada Harga Emas?


Jumat  (12/4) harga emas turun tajam – paling tajam sejak saya mulai mengamati langsung pergerakan harga emas dunia lima tahun terakhir. Dalam situasi seperti ini, pasti banyak pertanyaan dari masyarakat pengguna emas atau Dinar. Ada apa sebenarnya ?, apa yang harus dilakukan ? kemana arah selanjutnya ? dlsb. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan lebih mudah dijawab bila kita lihat harga emas ini dalam perpektif jangka panjang dan dalam perspektif ekonomi yang lebih luas.
Saya akan gunakan data dua puluh tahun terakhir dan belajar juga dari luar pasar emas, yaitu dengan saudara-nya yang mirip – pasar saham. Untuk era modern ini pasar saham lebih mateng dari pasar emas karena para pemainnya adalah korporasi-korporasi besar dunia. Bila di Indonesia ya perusahaan-perusahaan besar Indonesia.
Selama dua puluh tahun terakhir, setidaknya saya melihat tiga kali penurunan besar di pasar saham yaitu selama krisis 1997-1998 (turun 38%), krisis di awal reformasi tahun 2000 (turun 42%) dan terakhir pengaruh krisis finansial global tahun 2008 (turun 51%).
Pada periode yang sama, harga emas atau dalam hal ini saya setarakan Dinar mengalami dua kali penurunan besar yaitu tahun 1999 (turun 27%) dan yang sekarang sedang terjadi (sudah turun 14% dari harga tertingginya 2011).
 Apa Penyebabnya ?
Kenaikan harga saham mestinya sejalan dengan pertumbuhan perusahaan-peusahaan yang tercatat di bursa saham. Karena yang tercatat di bursa saham umumnya perusahaan-perusahaan besar yang memegang peran penting pada ekonomi suatu negara, maka pertumbuhan bursa saham mestinya juga seiring dengan pertumbuhan ekonomi negeri yang bersangkutan.
Bila pertumbuhan ekonomi rata-rata misalnya 6 %, tetapi Index Harga Saham Gabungan melonjak jauh di atas angka ini, maka bisa jadi kenaikan ini bukan karena faktor fundamental – tetapi lebih karena faktor sentimen pasar yang dengan mudah akan terkoreksi bila sentimen tersebut berbalik arah. Itulah umumnya yang terjadi pada setiap penurunan besar di bursa saham yang tercermin dalam grafik tersebut di atas.
Bila saham mestinya seiring dengan pertumbuhan ekonomi, tidak demikian dengan harga emas. Emas berada di pasar komoditi dan emas juga merupakan cermin dari harga barang-barang. Oleh karenanya kenaikan harga emas, seharusnya mencerminkan kenaikan harga barang-barang pada umumnya. Atau dengan kata lain kenaikan harga emas mestinya sejalan dengan inflasi.
Bila kita asumsikan inflasi rata-rata itu juga hanya 6 %, maka kenaikan harga emas yang terlalu tinggi  - seperti yang sempat mencapai kenaikan 53 % dari 2010 ke 2011- bukan merupakan kenaikan yang didukung oleh faktor fundamental yang wajar. Pendorongnya lebih banyak karena faktor sentimen pasar.
Dalam hal harga emas sentimen pasar yang melonjakkan harga emas itu adalah kebijakanQuantitaive Easing (QE) dari the Fed-nya Amerika Serikat. Kebijakan QE 1 yang dilakukan Amerika tahun 2008 membuat harga emas melonjak 33 % di tahun 2008, QE 2 yang dilakukan tahun 2010 membuat harga emas melonjak 53 % di tahun 2011. QE 3 di tahun 2012 belum sempat mengangkat pasar ketika isu dihentikannya program QE mulai merebak di pasar.
Sebagaimana sentimen QE melonjakkan harga emas selama 2008- 2011, maka ketika sentimen QE ini menghilang, harga emas seperti roket yang terhempas jatuh karena hilangnya daya dorong – itulah yang terjadi saat ini di pasar emas dunia tidak terkecuali Indonesia !
Lantas Apa Yang Perlu Kita Lakukan ?
Lagi-lagi kita bisa belajar dari saudara tua pasar emas yaitu pasar saham. Para pemain baru – yang umumnya individu – di pasar saham, mereka panik ketika harga saham jatuh. Dalam kondisi ini mereka justru menjual saham dan meninggalkan pasar saham, mereka inilah yang paling merugi karena yang tadinya baru potential loss (ketika harga saham jatuh) diubah menjadi actual loss (ketika saham dijual pada saat harga jatuh).
Pemain-pemain yang bersifat long term – umumnya perusahaan-perusahaan yang memiliki track record panjang di bursa saham – mereka mencatat dan memperhitungkan potential loss ini – tetapi mereka tidak meng-actual-kan loss-nya karena mereka tidak menjual ketika harga saham jatuh. Karena perpektifnya yang lebih jauh, mereka-mereka inilah yang diuntungkan ketika terjadirebound di pasar saham seperti yang terjadi dalam 5 tahun terakhir – sejak kejatuhannya di tahun 2008.
Maka demikian pula yang bisa dilakukan oleh para pengguna emas atau Dinar. Penurunan yang significant sekarang tentu menjadi potential loss bagi emas atau Dinar Anda (terutama yang membelinya ketika harga tinggi di tahun 2011 dan sesudahnya), tetapi potential loss ini baru akan menjadi kerugian yang sesungguhnya – actual loss – bila Anda menjual selagi harga emas rendah seperti sekarang ini.
Bila Anda bertahan sekarang untuk perspektif jangka panjang, maka ketika harga emas rebound – InsyaAllah Anda pula yang akan diuntungkan.
Apakah Harga Emas Masih Akan Turun Terus ?
Untuk jangka pendek kemungkinan itu tentu ada karena seperti roket yang kehilangan daya dorong tersebut di atas. Namun sama dengan harga saham yang jatuh berkali-kali-pun tetap bisa bangkit kembali karena sejauh ekonomi suatu negara tetap tumbuh, harga saham mestinya juga tetap bisa tumbuh (kembali) – sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Demikian halnya dengan harga emas, sejauh inflasi atau kenaikan umum harga barang-barang masih terjadi di suatu negeri – maka emas tidak terkecuali, dia akan ikut naik sejalan dengan inflasi itu.
Meskipun saya gunakan pembelajaran dengan harga saham untuk memahami penurunan harga emas kali ini, tidak berarti lantas saya menganjurkan investasi saham dan produk-produk turunannya meskipun sekarang lagi sangat menggiurkan hasilnya. Karena bila koreksi itu terjadi seperti yang pernah terjadi 3 kali dalam dua dasawarsa terakhir, maka koreksi itu akan menyakitkan – sebagaimana yang kita alami kini untuk koreksi harga emas.
Tetapi apakah emas lebih baik ?, mungkin ini subjektif tetapi agar tidak subjektif silahkan perhatikan kinerja keduanya di grafik tersebut di atas – dan Anda bisa tarik kesimpulan Anda sendiri. Saya tidak pernah mengatakan bahwa investasi emas itu adalah investasi terbaik, karena emas bukan instrumen investasi yang sesungguhnya – emas lebih merupakan instrumen untuk mempertahankan nilai.
Lantas Apakah Investasi Terbaik Itu ?
Yang terbaik adalah investasi yang tidak hanya berorientasi untung rugi, yang tidak terbatas pada penciptaan nilai (value creation) , yang terbaik adalah investasi yang membawa misi dan membangun nilai-nilai. Seperti apa bentuk konkritnya ?.
Bayangkan kalau Anda berinvestasi pada lahan, kemudian di atas lahan tersebut Anda tanami dengan tanaman pangan yang akan dibutuhkan untuk umat sekarang dan yang akan datang. Setiap Anda datangi lahan tersebut dan menyirami tanaman diatasnya, Anda niatkan untuk memberi makan di hari kelaparan – memberi makan bagi dunia. Maka seperti inilah investasi terbaik itu, jenisnya bisa sangat banyak dan ada di berbagai bidang – tidak harus pertanian.
Intinya adalah sektor riil yang menciptakan lapangan kerja, meng-create produk, memberi solusi atas masalah yang ada di masyarakat, memenuhi segala kebutuhan manusia di jaman ini dan nanti. InsyaAllah.
sumber artikel dengan judul “Harga Emas dalam Perspektif Jangka Panjang” di www.geraidinar.com
Read more

0 Skenario Kejatuhan Harga Emas Dunia "Wag The Dog" oleh Bp. Muhaimin Iqbal

Sumber www.geraidinar.com

Ada Joke yang dimulai dengan pertanyaan : ‘mengapa anjing suka mengibaskan ekornya ?’, jawabannya adalah ‘karena anjing lebih cerdas dari ekornya’. Kalau saja si ekor lebih cerdas dari anjingnya maka bisa jadi si ekorlah yang mengibaskan anjing – bukan sebaliknya. Perandaian ini yang kemudian dalam bahasa Inggris memunculkan idiom ‘Wag the Dog’ – si ekor yang mengibaskan anjingnya. Fenomena penurunan harga sangat tajam yang terjadi di pasar emas global dalam beberapa hari terakhir adalah fenomena yang mirip dengan ‘Wag the Dog’ ini

Dalam bahasa Inggris idiom ‘Wag the Dog’ adalah untuk menggambarkan pengelabuan perhatian secara sengaja dari sesuatu yang besar dan nyata kearah sesuatu yang direkayasa dan tidak nyata.

Idiom tersebut bahkan diangkat menjadi sebuah film komedi terkenal di tahun 1997 dengan judul ‘Wag the Dog’. Film ini tentu saja fiksi tetapi nampaknya terinspirasi oleh beberapa kejadian sesungguhnya di Amerika dalam suatu era pemerintahan beberapa tahun sebelumnya. Diceritakan disitu bahwa bagaimana seorang incumbent president yang sedang akan mencalonkan kembali untuk periode kedua kalinya, melakukan segala cara untuk sekedar memperbaiki namanya yang telah rusak oleh skandal perempuan.

Agar perhatian publik beralih dari skandal yang dialaminya, sang presiden menunjuk team khusus untuk membuat serangkaian berita yang dapat mengalihkan perhatian publik. Lebih dari itu berita ini harus bisa membalik arah membuat sang incumbent president menjadi pahlawan bagi negerinya.

Maka team khusus tersebut mendekati seorang produser di Hollywood untuk memalsukan sebuah perang. Dipilihlah negeri kecil yang jauh antah berantah sebagai musuhnya – yaitu Albania. Dibuatlah alasan perang dadakan ini bahwa Albania seolah menjadi sarang teroris sehingga perlu diserang secara tiba-tiba.

Tetapi perang, kejadiannya, tokoh-tokoh-nya semua rekaan Hollywood dan dibuat di dalam sebuah studio film. Ketika film ‘berita perang’ ini kemudian didistribusikan di media masa, semua media memuatnya lengkap dengan berbagai bumbu-bumbu seolah kejadian perang tersebut bener-bener nyata,  dan publik-pun mempercayainya.

Message-nya adalah, bahkan ‘sebuah perang’ bisa dibuat dalam studio dan cukup untuk membalik arah dari tokoh yang sebenarnya tidak lagi layak pilih karena kelakuannya, tiba-tiba berubah menjadi pahlawan nasional yang layak untuk memimpin negeri. Sebuah cerita reka-an yang mampu menggerakkan publik utuk memilih presiden – yang sesungguhnya sudah tidak lagi layak memimpin.

Lantas apa kaitannya cerita ‘Wag the Dog’ tersebut dengan runyamnya harga emas beberapa hari terakhir ?. Coba seandainya Anda merem dan menutup telinga. Tidak melihat/membaca berita dan tidak pula mendengarnya melalui radio. Kemudian di hadapan Anda disajikan fakta yang sesungguhnya yaitu sebongkah emas fisik dan segepok uang kertas Dollar. Mana yang Anda pilih ?, hampir pasti kebanyakan orang akan memilih emas.

Tetapi sekarang buka mata dan telinga Anda, baca seluruh berita dan analisa. Kemudian disajikan kembali kepada Anda sebongkah emas fisik dan segepok uang kertas Dollar. Maka untuk saat ini mungkin pilihan Anda akan berubah, Dollar akan mengkin menjadi pilihan Anda saat ini. Mengapa ?

Karena somewhere di luar sana ada yang lagi membuat ‘film perang di dalam studio’ – ada yang lagi membuat ‘Wag the Dog’. Segelintir pemain yang membuat skenario kejatuhan harga emas dunia untuk kepentingan mereka – menutupi kondisi ekonomi dan moneter dunia yang sesungguhnya. Dan sayangnya ketika ‘film dari studio’ ini diputar – seluruh pasar mempercayainya – sehingga harga emas bener-bener jatuh !.

‘Film dari studio’ ini bercerita tentang dihentikannya Quantitative Easingdari the Fed-nya Amerika, tentang Cyprus yang harus menjual cadangan emas negerinya untuk bisa sekedar survive dari keterpurukannya, negeri-negeri lain yang seolah akan harus mengikuti jejak Cyprus untuk menjual cadangan emasnya dlsb.dlsb. semua ceritanya lengkap dan cukup untuk‘Wag the Dog’ seluruh pasar emas dunia.

Tetapi apakah semua pemain pasar akan termakan propaganda tersebut ? Nampaknya tidak. Pemain sekaliber HSBC misalnya, di tengah kepanikan jual di pasar emas kemarin merilis pernyataan tentang posisinya bahwa emas tetap menjadi portfolio yang menarik untuk diversifikasi aset dan pelindung terhadap skenario inflasi tertentu. “Terlepas dari jatuhnya harga emas ini, kami tidak akan meniadakan pentingnya emas dalam portfolio aset keseluruhan kami. Kami tetap mempertahankan 8 % posisi emas taktis di dalam alokasi aset kami” kata mereka di HSBC.

HSBC rupanya tidak ikut terkibaskan oleh skenario ‘Wag the Dog’-nya segelintir pemain yang ‘mengatur’ kejatuhan harga emas dunia ini. Dengan pandangan jernih pula, insyaAllah kita tidak akan  ikut 'terkibaskan' oleh skenario yang sama  - kita tahu siapa yang sesungguhnya layak memimpin dunia dalam jangka panjang - emaskah ? atau Dollar ?.
Read more

0 Fakta Sensasional Investasi Emas


Harga komoditas seringkali mengalami fluktuasi harga yang tinggi dari tahun ke tahun. Hal tersebut karena banyak hal yang mempengaruhi pasokan dan permintaannya, seperti kebijakan pemerintah, pemogokan pekerja, dan volatilitas mata uang.

Hal itu juga yang banyak membuat investor mendatangi produsen dan memilih pembelian harga komoditas serta meninggalkan investasi keuangan. Tren global ikut mempengaruhi mereka.

Sebagai contoh komoditas emas. Ada beberapa fakta tentang emas yang mengejutkan investor. Berikut empat fakta sensasional terbaru dari komoditas emas, seperti dilansir marketoracle.co.uk, mengutip analisis Frank Holmes, CEO and Chief Investment Officer U.S. Global Investors, Kamis (24/1/2013).

1. Emas memiliki kinerja yang konsisten selama lebih dari satu dekade

Saat harga logam lain tidak bersinar di tahun 2012, harga emas justru sebaliknya. Naik sampai 7% di tahun lalu, nilai emas berturut-turut selama 12 tahun mengalami kenaikan fenomenal.

Hal menarik adanya pola kenaikan dalam tiga tahun relatif tinggi dibandingkan komoditas lain. Selama 10 tahun terakhir, harga emas telah meningkat dibandingkan yang lain selama tiga tahun berturut-turut, kemudian jatuh dalam posisi relatif dalam tahun keempat sebelum mengulangi siklus.

Pertanyaannya, apakah kondisi atau pola yang sama kembali terjadi pada 2013?

2. Emas tetap jadi komoditi hot di 2013

Keberadaan pelonggaran siklus global dan tekanan pada dana moneter yang memunculkan ketakutan pada perdagangan, diperkirakan akan terus menjadi pendorong harga emas selama beberapa bulan mendatang.

Kenaikan proyeksi prosentase neraca terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Bank Sentral Eropa, Bank of Japan, Federal Reserve dan Bank of England selama 2013. Bank-bank tersebut dinilai akan memiliki kepanikan sehingga menghilangkan keyakinan dari 'kertas' yang mereka miliki. Investor masih akan lebih memilih untuk memiliki emas dari 'kertas' tersebut.

3. Emas menjadi komoditas yang mengalami volatilitas

Fakta bahwa setiap gerakan emas dianalisis dan dibedah media, hal mengejutkan bahwa logam mulia ini sebenarnya yang paling stabil dari 14 komoditas.

Cara untuk melihat volatilitas cukup rendah emas. Lihatlah frekuensi pergerakan naik atau turun emas di atas 10% setiap 20 hari perdagangan. Logam ini hanya sedikit lebih stabil daripada S&P 500.

Selama 2013, Anda dapat mengandalkan emas bergerak dua arah, sehingga bahkan jika logam mengalami volatilitas ekstrim untuk sisi negatifnya. Terlepas dari laporan berita, investor harus Waspada bahwa setiap kedalaman harga menawarkan kesempatan pembelian potensial.

Meski begitu, perlu diingat akan lebih bijaksana untuk berinvestasi hanya 5% sampai 10% dari total portofolio dalam saham emas dan emas.

4. Kondisi emas dalam 4 tahun terakhir, lebih baik dari yang Anda pikirkan

Banyak investor bertanya tentang kinerja saham emas. Seperti terlihat, NYSE Arca Emas BUGS Index (HUI) mengalami cukup keuntungan, meningkat lebih dari 50% secara kumulatif sejak awal 2009. Keduanya jauh mengungguli investasi obligasi. (Nur/Ndw)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/495125/fakta-sensasional-investasi-emas

Read more

0 ATURAN DALAM BERINVESTASI EMAS

Sama halnya dengan berinvestasi properti, berinvestasi emas juga mensyaratkan lokasi strategis, keabsahan surat dan legalitas kepemilikan. Berikut ini rambu-rambu dalam berinvestasi emas menurut Endy J. Kurniawan, penulis "Think Dinar" sekaligus pengasuh situs NgaturDuit.com:

1. Jangan lihat hasil akhir saja
Ada aspek risiko, aksesibilitas, kemampuan lindung aset dan likuiditas yang harus dipertimbangkan. Seluruh investasi yang asetnya riil akan memberi perlindungan nilai aset.

2.  Jangan asal investasi
Tentukan tujuan dalam berinvestasi. Ada tiga tujuan berinvestasi emas yaitu untuk tabungan, dana darurat dan rencana jangka panjang. Masing-masing tujuan mempunyai konsekuensi. Sesuaikan dengan kemampuan. Tentukan juga target dan batas waktu yang ingin dicapai. Hasilnya adalah untuk mendapatkan cash di waktu tertentu.

3. Jangan kehilangan fisik
Salah satu kesaktian emas adalah likuiditasnya. Fungsinya tidak akan berjalan jika tidak mempunyai fisiknya. Karena itu pastikan fisik emasnya dipegang atau menjadi sepenuhnya hak milik meski dalam posisi tertitipkan.

4. Jangan spekulasi
Spekulasi bermakna banyak. Bisa skema beli-gadai bertingkat atau diputar di derivatif berkedok emas. Untuk pemula terlalu berisiko. Dalam hitungan bulan, atau bahkan mingguan, gerakan harga emas bisa lebih tajam. Itu sebabnya berbagai metode yang menjanjikan kenaikan nilai emas sekitar 30% fixed per tahun untuk tujuan beli-gadai bertingkat bisa merugi.

5. Jangan lihat grafik pendek
Lebih baik jangka panjang jika telah memutuskan berinvestasi di emas. Misalnya untuk proteksi aset dan rencana jangka panjang.

6. Jangan menimbun
Memang sebaik-baiknya harta adalah yang berputar. Menimbun itu relatif. Tidak adil jika disebut menabung Rp 200 juta (dalam bentuk tabungan atau deposito) tidak disebut menimbun. Sementara menyimpan 100 gram emas dituduh menimbun. Padahal masing-masing punya konsekuensinya. Zakat harus dikeluarkan kalau harta tersimpan. Manfaat ekonomi-sosial akan diperoleh jika harta Anda berputar. (*/mediaindonesia.com) 
Read more

TESTIMONI

1.Rini Okta Ketagihan beli LM disini @mau_dinar, agen yg amanah,dijamin keasliannya,gampang transaksinya, ga perlu repot2 antri,bisa delivery,hanya selisih sedikit dari harga resmi AnTam,........ Thank you "Mau Dinar" (Bekasi)

2.Irfan Azam Fikri ‏ @IrfanWNG
alhamdulillah, terima kasih @mau_dinar,, barangnya oke pelayanan mantab orangnya ramah. insyaAllah pesen disini memuaskan (Otista Jaktim)

3.Heri Haryanto ‏ @ha2oxy
alhamdulillah sudah diterima #EMAS dari @mau_dinar pesan kemaren sekarang sudah diterima ty (tanjung Priok)

4.syarif furqon ‏ @syarifurqon
Reply Retweet Favorite · Open
Mw beli dinar atau LM, @mau_dinar recommended seller.. Pelayanan hangat, ramah dan bersahabat. :) (Sawangan)

5.Aris S. Yuwana ‏ @ArisYuwana
Reply Retweet Favorite · Open
Terima kasih buat @mau_dinar atas pelayanannya, buat Mba@asmanadia seneng bisa ketemu langsung tadi di toko

6.Priyo Wibowo ‏ @priyohw
Reply Retweeted Favorited · Open
@mau_dinar layanan nya ajib cpet lagi Thanks ya Nanti pesen lagi

7.antasari ‏ @sharieant
Reply Retweet Favorite · Open
@mau_dinar thank u ya,responnya cepet,amanah,brg diantar tepat waktu,harganya oke bgt!very recommended gold seller!!

Diskon Dinar dan Lelang Emas Murah LIKE

Diskon Dinar dan Lelang Emas Murah FOLLOW

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More
Support Indonesia Trend