• slide nav 1

    Emas Batangan

    LM Gold Cast Bars
  • slide nav 2

    GOLD

    Minted Bars
  • slide nav 3

    DINAR - DIRHAM

    Kembali Kepada Syariah
  • slide nav 4

    PELUANG

    PROTEKSI DAN INVESTASI
  • slide nav 5

    SERBA-SERBI

    DINAR - DIRHAM DAN LM
  • slide nav 6

    Dinar - Dirham

    Dimasa Sekarang

TESTIMONIAL :

(Penulis Best Seller)

untuk pembelian emas LM, dirham, dinar follow insya Allah amanah. Baca utk visi finansial pribadi & kel muslim.


(Penulis Best Seller)

Rekomendasi Beli LM di

cepat simple dan amanah :)

FAKTA-FAKTA TAK TERBANTAHKAN BAHWA UANG RUPIAH MENYUSUT MAKIN KECIL DAN MAKIN KECIL

Diposkan oleh Mau Dinar? di 20.04


Oleh: Agung Pribadi (historivator)

Sejak krisis moneter tahun 1997 dan krisis ekonomi-politik tahun 1998 lahir slogan “AKu Cinta Rupiah”. Slogan ini digembar-gemborkan oleh Presiden Suharto dan kroni-kroninya yang menyimpan tabungan dalam bentuk dollar dan property. Sebuah ironi bukan? Sekarang mari kita lihat fakta sebenarnya apa yang terjadi.

Fakta pertama:

Sebelum krisis moneter 1997 terjadi harga telur ayam di Jakarta adalah Rp 2.000/kg namun beberapa bulan setelahnya nilai rupiah terhadap dollar merosot seperempatnya (dari Rp 2.500 menjadi Rp 10.000 per USD), harga telur menjadi Rp 7.500/kg dan pada awal 2005, harga telur Rp 8.000/kg maka selama kurun 8 tahun, nilai rupiah (nilai berdasarkan daya belinya) telah turun tinggal 25 % nya.

Jadi jika kita memiliki Rp 100.000 pada th 1997 kita bisa membeli 50 kg telur, pada tahun 2005 uang yang sama hanya bisa untuk membeli 12,5 kg telur saja. Pada bulan Desember 2011 dgn Rp 100.000,- hanya bisa membeli 5,9 kg telur (1 kg telur ayam harganya Rp 17.000,-). Uang rupiah makin nggak ada harganya. 

Fakta Kedua:

Ketika awal kuliah th 1991 saya beli 1 porsi nasi goreng atau warteg Rp 800,- skrg 1 porsi nasi goreng atau warteg hrg nya Rp 8.000,- berarti setelah 20 tahun nilai rupiah sudah menyusut menjadi 10% nya.

Fakta Ketiga:

Tahun 1982 ayah kami membeli rumah di cengkareng Jakarta Barat seharga Rp 15 juta tahun 2003 kami menjual rumah yang sama (padahal yang ditaksir dan dijual hanya tanahnya) seharga Rp 150 juta berarti dalam 21 tahun nilai rupiah sudah menyusut tinggal 10 % nya.

Fakta Keempat:
Sekitar tahun 1965 (sebelum krisis ekonomi) ayah saya meminjamkan uang kepada saudaranya sebesar Rp 1 juta.

Setelah ribut sana ribut sini tahun 1985 dibayar sama saudaranya sebesar Rp 1 juta juga. 

Ayah saya merasa nggak adil karena uang 1 juta pd tahun 1965 bisa utk membeli rumah di kampung sementara uang 1 juta pada tahun 1985 tidak bisa utk membeli rumah di kampung

coba kalau ayah saya meminjamkan misalnya 5 kambing, nanti kalau utang dibayar dalam bentuk 5 kambing juga pada tahun 1985. Maka akan terjadi keadilan.

Nah 5 kambing itu sama dengan 5 Dinar. Nilai berdasarkan daya beli 5 dinar akan tetap sama dengan 5 kambing. Maka di sini tidak perlu membungakan uang (riba) tapi akan tetap berkeadilan. Aaaaahh indahnya Islam... Uang dinarnya juga tetap akan cukup utk membeli rumah.

Ini dalil bahwa 1 dinar selalu cukup utk membeli 1 kambing:
“”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanahpun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Fakta Kelima:

Awal tahun 1970-an 1 dinar (emas 4,25 gram 22 karat) kira2 Rp 8.000,- pada tanggal 26 Desember 2011, 1 dinar = Rp 2.237.555,- setelah kira-kira 40 tahun harga dinar meningkat 279,7 x lipat berarti rupiah menyusut tinggal 1/279,7 nya atau tinggal 0,3 % nya. 

Setelah kita melihat fakta-fakta di atas maka kita akan beralih ke mana? Ke dollar Amerika? Dollar Amerikapun sudah terkena inflasi berkali-kali selama puluhan tahun. Jadi kita beralih ke apa? Ada mata uang yang tidak terkenal inflasi bukan hanya puluhan tahun, selama 1400 tahun lebihpun mata uang ini tidak terkena inflasi. Lihat hadits di atas 1 dinar selalu cukup untuk membeli 1 kambing. 1400 tahun lebih kemudian 1 dinar (per 26 Desember 2011 = Rp 2.237.555,- cukup untuk membeli 1 kambing yang sangat gemuk sekalipun). Berarti dinar tidak terkena inflasi. Dirham juga. 1 dirham selalu cukup untuk membeli 1 ayam. Setelah 1400 tahun lebih 1 dirham (per 26 Desember 2011 = Rp 72.000) cukup untuk membeli 1 ayam. Subhanallah. MASIH MAU PEGANG RUPIAH?
by Agung Pribadi on Tuesday, December 27, 2011 at 8:20am


0 komentar :

Poskan Komentar

TESTIMONI

1.Rini Okta Ketagihan beli LM disini @mau_dinar, agen yg amanah,dijamin keasliannya,gampang transaksinya, ga perlu repot2 antri,bisa delivery,hanya selisih sedikit dari harga resmi AnTam,........ Thank you "Mau Dinar" (Bekasi)

2.Irfan Azam Fikri ‏ @IrfanWNG
alhamdulillah, terima kasih @mau_dinar,, barangnya oke pelayanan mantab orangnya ramah. insyaAllah pesen disini memuaskan (Otista Jaktim)

3.Heri Haryanto ‏ @ha2oxy
alhamdulillah sudah diterima #EMAS dari @mau_dinar pesan kemaren sekarang sudah diterima ty (tanjung Priok)

4.syarif furqon ‏ @syarifurqon
Reply Retweet Favorite · Open
Mw beli dinar atau LM, @mau_dinar recommended seller.. Pelayanan hangat, ramah dan bersahabat. :) (Sawangan)

5.Aris S. Yuwana ‏ @ArisYuwana
Reply Retweet Favorite · Open
Terima kasih buat @mau_dinar atas pelayanannya, buat Mba@asmanadia seneng bisa ketemu langsung tadi di toko

6.Priyo Wibowo ‏ @priyohw
Reply Retweeted Favorited · Open
@mau_dinar layanan nya ajib cpet lagi Thanks ya Nanti pesen lagi

7.antasari ‏ @sharieant
Reply Retweet Favorite · Open
@mau_dinar thank u ya,responnya cepet,amanah,brg diantar tepat waktu,harganya oke bgt!very recommended gold seller!!

Diskon Dinar dan Lelang Emas Murah LIKE

Diskon Dinar dan Lelang Emas Murah FOLLOW

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More
Support Indonesia Trend